Tentang PMR Indonesia

Melalui Kesepakatan Paris Indonesia turut dalam komitmen global untuk menahan kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius dan berambisi untuk melanjutkan upaya untuk menekan kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat Celcius. Untuk memenuhi target ambisius tersebut, para Pihak dapat bekerja sama satu sama lain dalam memenuhi target penurunan emisi mereka sebagaimana diatur dalam artikel 6 Kesepakatan Paris.

Sebagai salah satu upaya mitigasi perubahan iklim,  Indonesia melalui Dewan Nasional Perubahan Iklim secara resmi menyampaikan minat untuk berpartisipasi dalam Kemitraan untuk Kesiapan Pasar/Partnership for Market Readiness (PMR)  pada tahun 2011. Selanjutnya pada tahun 2013 Indonesia mendapat alokasi hibah sebesar USD 3 juta untuk melaksanakan usulan program PMR.

Pada tahun 2016, Bank Dunia dan UNDP Indonesia menandatangani kesepakatan untuk melaksanakan proposal PMR Indonesia dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Keterlibatan Indonesia dalam Program Kemitraan untuk Kesiapan Pasar.

Proposal Indonesia berfokus pada sub sektor pengembangan listrik dan industri-lahap energi, mengingat sektor ini yang akan menjadi penyumbang utama emisi GRK nasional di kemudian hari.

Dalam proposalnya, Indonesia mengusulkan program sebagai berikut:

  • Pengkajian profil emisi sub sektor pembangkit tenaga listrik dan industri lahap-energi.
  • Pengembangan sistem pemantauan, pelaporan dan verifikasi emisi (MRV) di sub sektor pembangkit listrik dan industry lahap-energi.
  • Uji coba sistem MRV di sistem jaringan listrik Jawa-Madura-Bali dan sub sektor industri terpilih.
  • Pengkajian berbagai jenis instrumen berbasis pasar,kemungkinan penerapannya di Indonesia dan bila memungkinkan, perancangan dan uji coba instrumen tersebut di sub sektor yang telah siap.

Keikutsertaan Indonesia dalam program Kemitraan untuk Kesiapan Pasar (PMR) bersifat tidak mengikat dan bukan pernyataan komitmen bahwa Indonesia akan menerapkan instrumen berbasis pasar.  Namun keluaran dari ujicoba sistem MRV yang baik akan menjadi masukan berharga bagi perumusan kebijakan emisi gas rumah kaca.

Tujuan PMR Indonesia

Pengembangan profil dan baseline emisi
PMR Indonesia mengembangkan profil emisi dengan mengestimasi potensi pengurangan emisi dan biayanya di tingkat teknologi serta mengembangkan baseline emisi di sektor fokus yaitu sektor energi.

Pengembangan sistem MRV dan ujicobanya
Sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim dan memenuhi amanat Peraturan Presiden No. 71 Tahuan 2011 tentang Penyelengaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca, PMR Indonesia mendukung upaya pelaporan, pengelolaan dan penurunan emisi GRK, meningkatkan akurasi dan kualitas serta konsistensi data, mendukung penerapan kebijakan, program dan strategi pemerintah yang terkait, mendukung penerapan instrument berbasis pasar yang akan menjadi acuan bagi sektor lainnya.

Perencanaan instrumen berbasis pasar
Dalam menyusun perencanaan instrumen berbasis pasar, PMR Indonesia meninjau penerapan instrumen berbasis pasar (MBI) di negara-negara lain, mengidentifikasi opsi MBI yang dapat diterapkan di Indonesia, review berbagai aspek yang dibutuhkan untuk penerapan MBI, pengembangan konsep MBI yang dapat diterapkan di Indonesia dan rencana aksinya serta melakukan ujicoba MBI di sektor terpilih.